Crime(UNODC) adalah salah satu departemen dari dewan ekonomi dan sosial Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menangani masalah internasional Sebagai Upaya Pengembalian Pelarian Koruptor Indonesia di Singapura. Kementerian Pendidikan Nasional Universitas Brawijaya Malang . 8 dalam hubungan kerjasama dengan Singapura, mendeskripsikan
PenjelasanAtas Tiap Gatra dalam Ketahanan Nasional. a. Unsur atau Gatra Penduduk 14 Penduduk suatu negara menentukan kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan, faktor yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi dua hal berikut. Aspek kualitas mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian. Aspek
Jikakita perhatikan secara umum, memang ada banyak faktor yang menjadi penghambat kemajuan pendidikan nasional kita, tetapi penulis hanya merinci tiga faktor utama saja, yang menurut penulis sangat krusial untuk segera diperbaiki, di antaranya adalah: Budaya Feodalisme. Salah satu unsur penghambat kemajuan pendidikan Indonesia adalah jiwa
Fast Money. Dini Miranda / sp Pendidikan merupakan salah satu faktor kemajuan bangsa ini berdiri, yang telah menjadi sebuah keharusan bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia. Pendidikan menjadi pilar utama dalam membentuk kepribadian yang akan menjadi acuan dalam perkembangan kehidupan. Dengan pendidikan pula peradaban dunia ini bisa dibentuk. Di era perkembangan yang kemajuannya berjalan secara cepat ini menuntut pendidikan untuk bisa menghadapi dan mengontrolnya sehingga manusia tidak terjebak dengan kencangnya arus kemajuan zaman. Hal ini membuat suatu bangsa untuk semakin berusaha memajukan kualitas pendidikan yang ada di negaranya masing-masing, begitu pula dengan Negara Singapura. A. Sejarah Negara Singapura merupakan salah satu negara termaju di kawasan Asia Tenggara dan bisa mengalahkan saudara-saudara tuanya di kawasan semenanjung Melayu. Hal tersebut terjadi karena kemajuan sistem pendidikannya. Singapura sebagai negara yang dianggap paling maju di Asia Tenggara, hanya memiliki jarak kurang lebih 40 km dari barat ke timur. Kalau dihitung dengan jumlah penduduk maka negara Singapura yang kurang lebih 5 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sedikit dan jarak wilayah yang relatif kecil untuk ukuran sebuah negara bukan menjadi alasan untuk tidak maju. Singapura memulai pembangunan kekuatan dasarnya dengan modal pendidikan. Selain hal tersebut Singapura terletak di persimpangan Asia, di tengah bisingnya kesibukan kota kosmopolitan, Singapura bukan lagi sekedar negara tujuan wisata favorit. Perlahan tapi pasti, Singapura telah menjelma menjadi salah satu pusat pendidikan yang dapat dibanggakan di dunia,Menyatukan yang terbaik hingga timur . Saat ini, negara berpenduduk 5 juta jiwa ini telah menjadi negara tujuan bagi sekitar 86 ribu pelajar inernasional dari 120 kebangsaan untuk menimba ilmu mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah SMP & SMA, Diploma politeknik, sarjana, hingga program pasca sarjana dengan beragam pilihan sekolah mulai dari sekolah negeri, sekolah swasta, hingga sekolah internasional. Sebagai sebuah pusat pertemuan budaya, Singapura memang kota kosmopolitan yang mempertemukan tradisi barat dan timur. Dengan situasi ini, selain belajar formal di bangku sekolah, para pelajar internasional dapat berharap memperoleh pengalaman menarik dari persentuhan mereka dengan beragam budaya dan adat istiadat. [1] B. Filosofi Singapura Singapura adalah sebuah pulau yang terletak di ujung Semenanjung Tanah Melayu, yang awalnya bernama "Pulau Ujung" Pu-Lo-Chung, "Salahit" Selat, dan berikutnya "Temasek", "Tumasik" Jawa, "Tam-ma-sik" China. Istilah Singapura sediri muncul pada tahun 1299 ketika Pangeran Sang Nila Utama singgah di pulau ini dan menemukan seekor binatang seperti Singa, sehingga pulau itu disebut Lion City Kota Singa. Versi lain mengatakan bahwa pada abad ke-14 pulau ini menjadi tempat singgahnya para pedagang Majapahit sehingga Singapura berarti "kota" Pura "singgah" Singgah.Penduduk Negara pulau ini adalah multi etnis. Pada tahun 1818 Sir Stamford Raffles mengusulkan agar membentuk pelabuhan baru yang strategis di ujung semenanjung, maka pada tanggal 29 januari 1819 tiba di perkampungan melayu. Dikala itu suasana politik tidak stabil di karenakan Tengku Abdur Rahman di pengaruhi oleh Belanda, yaitu dalam merebutkan kekuasaan. Disaat ayahnya meninggal dunia maka di angkatlah Tengku Abdur Rahman menjadi pewaris tahta kerajaan karena Tengku Hussein tidak di tempat. Maka Sir Stamford Raffles membuat perjanjian dengan Tengku Husein akan dibantu menjadi Sultan asalkan Inggris bisa membuka pelabuhan di Singapura. Maka semenjak itu Singapura menjadi pelabuhan bebas yang berkembang pesat, banyak pedang dari Arab, Tiong hoa, dan India menjadikan Singapura sebagai singgahan. 13 januari 1942, Jepang berhasil menyingkirkan Inggris dari tanah Melayu maka Jepang pun bisa menguasai Singapura. 15 februari 1942, Inggris di bawah pimpinan Letnan Jend. Artur Ernest Percival dan pasukannya menyerahkan diri kepada Jepang yang di pimpin oleh Yamashita Tomoyuki. Singapura di dibri julukan oleh Jepang Syonan-to " cahaya selatan". Pemerintahan singapura di kembalikan kepada inggris setelah terjadinya Perang Dunia II. Lem Yew Hock berhasil mengambil alih ketua-ketua persartuan sekerja dan anggota-anggota prokomunis yang membuat inggris setuju memberikan pemerintahan sendiri pada tahun 1959. Pada tahun 1963-1965 Singapura digabungkan oleh Inggris ke Malaisya, maka pada tanggal 7 Agustus 1965 Abdur Rahman memisahkan diri dari Malaisya karena adanya konflik antara UMNO partai penguasa Malaisya dengan PAP partai asli Singapura. Maka pada tanggal 9 Agustus 1965 singapura merdeka dan beridiri sendiri sebagai Negara Republik. Singapura yang di pimpin oleh Lee Kuan Yew berhasil membawa singapura menjadi Negara yang menguasai perdagangan dan lebih maju dari segi fasilitas. [2] C. Ideologi singapura Ideologi Singapura adalah Demokrasi dalam hal ini dilihat dari pembangunan ekonomi yang turut dikaitkan dengan tahap pendemokrasian dalam ertikata ekonomi yang lebih maju turut menyumbang kepada peningkatan tahap demokrasi yang diamalkan oleh sebuah negara. Tesis yang popular ini dikemukakan oleh Lipset 1973. Lipset, ahli sosiologi politik yang tersohor, walau bagaimanapun melihat hubungan pembangunan ekonomi dan demokrasi berpandukan pengalaman masyarakat maju Barat yang homogen yang latarbelakang sejarah masyarakatnya jauh berbeza dari masyarakat membangun seperti Asia Tenggara. [3] D. Sistem pendidikan singapura Sistem pendidikan Singapura didasarkan pada pemikiran bahwa setiap siswa memiliki bakat dan minat yang unik. Singapura memakai pendekatan yang fleksibel untuk membantu perkembangan potensi para siswa. Pusat Keunggulan Pendidikan-Singapura, Pusat Pendidikan Dunia. Selama bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat. Keunggulan sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah. Sistem pendidikan di Singapura terdiri dari empat lembaga utama, yakni 1 Pemerintah, sekolah yang didanai pemerintah dan independen untuk tingkat sekolah dasar dan menengah 2 Universitas Lokal, Pendidikan Politeknik dan Lembaga Teknik- untuk paska pendidikan tingkat menengah 3 Sekolah swasta untuk pendidikan tingkat dasar dan menengah 4 Sekolah dengan sistem dari luar negeri dan sekolah asing/internasional. [4] Selama bertahun-tahun, Singapura telah berkembang dari sistem pendidikan ala Inggris yang tradisional menjadi sistem pendidikan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan individual dan mengembangkan bakat. Keunggulan sistem pendidikan di Singapura terletak pada kebijakan dua-bahasa Bahasa Inggris/Melayu/Mandarin/Tamil dan kurikulumnya yang lengkap dimana inovasi dan semangat kewiraswastaan menjadi hal yang sangat diutamakan. Para individu menunjukkan bakat-bakat yang berkaitan satu sama lain dan kemampuan untuk bertahan dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan, dipersiapkan untuk sebuah masa depan yang lebih cerah. Sekolah-sekolah di Singapura terkenal dengan standarnya yang tinggi dalam hal kegiatan belajar mengajar, terbukti melalui perbandingan lokakarya Internasional seperti Third Internasional Matemathics and Science Study TIMSS yang menunjukkan bahwa mayoritas siswa sekolah Singapura yang terkemuka telah mempunyai standar internasional dalam mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan. Para siswa kami juga merupakan yang terbaik dalam kompetisi di setiap kejuaraan debat sedunia Bahasa Inggris dan olimpiade Internasional Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, mengalahkan siswa-siswa dari negara lain untuk meraih hadiah utama dan penghargaan yang diberikan. Pada tingkat ketiga, sebagai tambahan untuk mempromosikan 3 universitas lokal yang sedang berkembang, Singapura telah menarik 10 institusi kelas dunia dengan jaringan industri yang kuat untuk membangun pusat pendidikan dan penelitian yang sempurna. Di antaranya adalah nama-nama yang sudah dikenal, seperti Universitas yang terkemuka di Perancis-INSEAD, Massachusett Institute of Technology yang terkenal, dan sekolah bisnis Amerika yang terkemuka seperti University of Chicago Graduate School of setelah lulus dan masuk dalam dunia kerja, ada banyak kesempatan untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. Pelatihan profesional dan dasar keterampilan ditawarkan dan dijelaskan secara umum. Hal ini telah diketahui oleh banyak orang guna melihat minat pada seminar-seminar yang dilakukan oleh manajemen guru seperti Michael Porter atau kuliah yang diberikan oleh para ahli yang datang berkunjung. Kehadiran dari gabungan institusi Internasional, sistem pendidikan yang berkualitas tinggi dan tepat, dan sebuah bangsa yang yakin atas investasi pada pendidikan, akan bersama-sama menawarkan kepada para siswa di sini dan di seluruh dunia, sebuah pengayaan dan keutuhan perjalanan belajar.[5] 1. Pendidikan Pra Sekolah Pendidikan pra sekolah diselenggarakan oleh Taman kanak-kanak dan pusat perawatan anak, terdiri dari program tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Terdaftar pada menteri pendidikan, Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh yayasan masyarakat, perkumpulan keagamaan, organisasi sosial dan bisnis. Pusat perawatan anak mendapat ijin dari Menteri Pengembangan Masyarakat dan olah raga. Kebanyakan dari Taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Periode pendaftaran bagi setiap Taman kanak-kanak dan pusat perawatan berbeda-beda. Kebanyakan dari pusat perawatan anak menerima siswa dari negara manapun sepanjang tahun selama masih ada ketersediaan tempat. Silahkan menghubungi Taman kanak-kanak tersebut secara langsung untuk informasi mengenai pendaftaran, kurikulum dan lainnya.[6] 2. Sekolah Dasar Seorang anak di Singapura menjalani pendidikan dasar selama 6 tahun, terdiri dari empat tahun tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi tahun ke dua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Pada tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Untuk memaksimalkan potensi mereka, siswa diarahkan menurut kemampuan belajar mereka sebelum menguasai tahap orientasi. Pada akhir kelas 6 SD, siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar Primary School Leaving Examination. Kurikulum Sekolah Dasar di Singapura telah digunakan sebagai model internasional, khususnya metode pengajaran matematika. Siswa asing dari negara manapun diterima di Sekolah Dasar menurut ketersediaan lowongan tempat. [7] 3. Sekolah Lanjutan Sekolah Lanjutan di Singapura terdiri dari sekolah dengan Dana Pemerintah, bantuan Pemerintah atau biaya sendiri. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5 tahun melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'O' Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Ordinary' pada tingkat empat. Siswa pada program normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik, yang keduanya mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE 'N' Singapore-Cambridge General Certificate of Education 'Normal' pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa akan mengikuti ujian GCE 'O' pada tingkat lima. Kurikulum pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan. Kurikulum pada sekolah lanjutan singapura dikenal diseluruh dunia atas kemampuanya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan melalui keterampilan intelektual a. National university of Singapore NUS b. Nanyang technological university NTU c. Singapore management university SMU Universitas lokal tersebut diatas membentuk lulusan yang hebat dengan gelar kesarjanaan yang dikenal secara internasional. Kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah dan beasiswa juga tersedia untuk para siswa lanjutan tingkat akhir. Sejak berdiri pada tahun 1905, NUS telah berkembang menjadi universitas yang mempunyai cakupan luas dengan menawarkan pelatihan tentang berbagai disiplin ilmu seperti Ilmu pengetahuan, keahlian tehnik terapan, teknologi, hukum, seni dan pengetahuan sosial dan pengobatan. NTU didirikan pada tahun 1981 dengan menyediakan banyak fasilitas untuk melaksanakan pendidikan tingkat 3 dan melakukan penelitian dalam keahlian tehnik dan telah tergabung dengan national institute of education NIE - fakultas keguruan - dan berkembang mencakup kegiatan pembukuan, bisnis dan ilmu komunikasi. SMU didirikan pada tahun 2000 sebagai universitas umum pertama-yang mendapat bantuan dari pihak swasta dengan fokus pengajaran pada program bisnis dan manajemen. Saat ini ada 4 universitas di Singapura. Pertama dua universitas, NationalUniversity of Singapore dan Nanyang Technological University adalah universitas publik, masing-masing memiliki sebuah pendaftaran dari sekitar siswa. 13 Universitas ketiga, Singapore Management University adalah universitas swastayang didanai oleh pemerintah. Terakhir universitas, SIM University, adalahswasta. Siswa menerima gelar yang diakui secara internasional setelahmenyelesaikan kuliah mereka di universitas. Selain juga terdapat sepuluh lembaga pendidikan tinggi swasta lainnya yang memberikan gelar sarjana dan pendidikan tinggi ini menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan pendidikan dan pengalaman akademis mereka sehingga dapatmenghadapi persaingan di dunia kerja yang terus bergerak maju, membukakesempatan luas bagi mereka untuk berpartisipasi dalam peningkatan perekonomian Singapura [8] Terdapat juga institusi-institusi khusus asing di Singapura, yang telah mendirikan kampusnya di sini atau bekerja sama dengan politeknik-politeknik lokal. Program ini memungkinkan siswa-siswa politeknik untuk mendapatkan gelar yang berkaitan dengan mata pelajaran yang telah mereka ambil setelah mereka menyelesaikan diploma mereka di politeknik. 4. Institusi kesenian swasta Saat ini ada 2 institusi kesenian swasta yang ada di singapura yaitu LASALLE COLLEGE OF THE ARTS dan NANYANG ACADEMY OF FINE ARTS NAFA yang menawarkan pendidikan kesenian selepas sekolah menengah. Kedua sekolah tersebut dikelola oleh swasta dan merupakan badan yang dibiayai publik; kedua institusi kesenian tersebut bersifat non-profit, merupakan institusi pendidikan swasta dan dikelola secara mandiri dengan bantuan dana dari Departemen Pendidikan Singapura dalam bentuk pendanaan di tingkat politeknik untuk program Diploma tertentu. Sebagai tambahan, institusi tersebut juga menawarkan program sarjana offshore atau program sarjana yang terakreditasi secara eksternal yang tidak didanai oleh pemerintah. Sebagaimana halnya dengan institusi pendidikan publik lainnya di Singapura, mereka terbebas dari program CaseTrust untuk Pendidikan. Terdapat juga institusi-institusi pendidikan swasta lainnya yang menyediakan program-program yang berkaitan dengan seni dan desain. [9] 5. Sekolah Swasta Di Singapura, beragam variasi sekolah swasta menawarkan berbagai jenis jurusan, yang menambah keanekaragaman pandangan pendidikan antar bangsa. Ada lebih dari 300 sekolah swasta komersial jurusan Teknologi Informasi, seni dan bahasa. Sekolah swasta komersial dan sekolah khusus ini menawarkan jurusan yang banyak diminati siswa lokal dan swasta menawarkan beragam jurusan dari mulai sertifikat, diploma, sarjana, sampai dengan pasca sarjana. Melalui hubungan kerjasama dengan universitas Internasional yang terkenal dari AS, Inggris, Australia dan lainnya, sekolah-sekolah swasta ini menawarkan kepada para siswa kesempatan untuk mendapatkan sertifikat internasional di lingkungan yang dekat dan terjangkau. Setiap sekolah swasta mengadakan sistem pendaftaran sendiri-sendiri. [10] E. Teori dan Praktek 1. Tujuan Tujuan pendidikan di singapura mengerucut pada visi dan misi pendidikan tersebut. Visi dari pendidikan di singapura yaitu memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk merasakan aturan sistem pendidikan di Singapura yang selalu meletakkan keunggulan dan menempatkan diri sebagai bagian dari komunitas dunia. Biaya kuliah di Singapura untuk siswa Internasional bervariasi dan bergantung pada program studi mereka. Daftar universitas di Singapura antara lain adalah MDIS, PSB, James Cook University, Kaplan, TMC, Raffles Design Institute dll yang selalu mencetak lulusan terbaik dengan gelar yang diakui secara Internasional. Daftar Universitas di Singapura tidak hanya beberapa universitas di atas saja, namun juga diwarnai dengan kehadiran berbagai macam lembaga asing terkemuka, baik yang mendirikan kampus-nya maupun yang berkolaborasi dengan universitas asing di Singapura tersebut. [11] 2. Kurikulum Untuk kurikulum pada tahap sekolah taman kanak-kanak menyelenggarakan dua sesi sehari dengan tiap sesi pelatihan dari 2, 5 sampai 4 jam, 5-hari setiap minggunya. Pada umumnya kurikulum termasuk program berbahasa Inggris dan bahasa asing dengan pengecualian terhadap sistem luar negeri yaitu pada sekolah Internasional yang menawarkan program Taman kanak-kanak bagi anak-anak ekspatriat. Pada tahap dasar, kurikulum inti terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Kurikulum pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan. Kurikulum pada Sekolah Lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual. Bicara soal silabus dan kurikulum, departemen pendidikan di Singapura setiap kali bekerja untuk melakukan evaluasi. Setiap perkembangan baru selalu disisipkan pada silabus baru. Jadi itulah pendidikan di singapura, bukan sekadar menyediakan sarana prasarana yang memadai tetapi juga selalu meng up-dating dari tahun ketahun. [12] 3. Metode Singapura memiliki metode pembelajaran bertaraf internasional, infrastruktur pendidikan canggih, serta atmosfer belajar nyaman di tengah keharmonisan multibudaya masyarakatnya. Para peserta didik di Singapura juga dipersiapkan secara dini menjadi warga global yang berdaya saing tinggi. Untuk belajar di Singapura, pembelajar membutuhkan persiapan yang sangat matang 4. Evaluasi Penyelenggaraan evaluasi pendidikan di Singapura tidak berbeda dengan pendidikan di Indonesia, yaitu mengadakan evaluasi berbentuk Ujian Nasional. Dalam pendidikan singapura tidak menentukan kelulusan seseorang, karena menurut Pemerintahannya setiap orang punya kesempatan sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk pelajar yang sudah duduk di kelas 4 Express ataupun yang dikelas 5 normal Academic sudah harus mengikuti 0 level test untuk lulus dari secondary school. Dalam 0 level test ada tujuh pelajaran yang harus diikuti diantaranya 5 mata pelajaran pokok dan 2 mata pelajaran pilihan. Kelima pelajaran pokok tersebut adalah English Mother, Tongue, matematika, IPA biologi, kimia, fisika, IPS Sejarah, sosiologi, geografi serta dua mata pelajaran pilihan dari food and nutrition, IT dan design and technology, semua pelajaran tersebut mempunyai nilai minimum. Bagi siswa yang tidak bisa mendapatkan nilai minimum tetap lulus, akan tetapi ijazah mereka aka nada nilai merah. Jika mereka tidak ingin ada nilai merahnya dalam ijazah maka mereka boleh mengulangi satu tahun di kelas yang sama . Setelah secondary school, masih ada satu lagi jenjang sebelum mereka masuk ke universitas, yaitu Centralised nstitute atau Junior Colleges tertiary education, persiapan menuju tingkat universitas. Tetapi untuk mereka yang memiliki nilai bagus poin 1 – 14 bisa langsung ke Junior College yang lamanya 2 tahun. Jika mereka tidak memiliki nilai dari poin yang disebutkan itu maka mereka melanjutkan ke Centralised Institute yang waktunya lebih lama yakni 3 tahun. Setelah itu mereka harus melewati ujian nasional yang namanyaes yang diberikan tentu saja lebih sulit karena sudah masuk Universitas. Dengan banyaknya tes yang harus dilewati, tentulah universitas di Singapura bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas, karena penyaringan mahasiswanya secara tidak langsung dilakukan melewati sejumlah tes-tes tersebut. [13] Notes syahbuddin mangandaralam . 1993 . singapura Negara kembang anggrek tanpa singa . bandung PT remaja bansdung [1] [2] [3] conny semiawan. 1997 . perspektiv anak berbakat . Jakarta PT grasindo anggota ikapi . [4] [5] roger crombie white . curriculum innovation . Jakarta pt grasindo [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13]
HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk menjawab pertanyaan permasalahan, maka tulisan ini akan membahas tentang 1. Sistem pendidikan di Singapura, 2. Kurikulum dan pendidikan sejarah pada tingkat sekolah menengah di Singapura, dan 3. Refleksi bagi pengembangan kurikulum di Indonesia. Sistem Pendidikan di Singapura Pada bagian ini ada 3 komponen yang dideskripsikan, yakni a kebijakan, orientasi dan tujuan pendidikan; dan b lembaga dan jenjang pendidikan Ujang Sudrajad, 2014. A. Kebijakan, Orientasi, dan Tujuan Pendidikan Kebijakan pendidikan negara Singapura, terutama untuk tingkat pra sekolah sampai sekolah menengah adalah berupaya membantu anak atau peserta didik pengembangan bakat dan minatnya yang bersifat individual dan unik. Dipahami oleh pemerintah negara Singapura, bahwa anak atau peserta didik memiliki potensinya sendiri-sendiri yang spesifik atau khas. Oleh karena itu, pendidikan di negara Singapura diselenggarakan dalam rangka mem-persiapkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan demi masa depan yang lebih baik. Dengan kebijakan tersebut, Singapura memiliki orientasi pendidikan sebagai pusat pendidikan keunggulan dan pendidikan internasional. Sedang-kan tujuan pendidikannya mencetak peserta didik yang memiliki kemampuan inovatif dengan bertumpu pada semangat kewiraswastaandan penguasaan bahasa Inggris sebagain bahasa internasional dan salah satu bahasa lokal, yakni bahasa Melayu, Mandarin, dan bahasa Tamil sesuai dengan latarbelakang etnis peserta didik. Penguasaan bahasa lokal dimaksudkan agar peserta didik mengenal jati dirinya dan sebagai upaya melestarikan “budaya ibu”-nya. Secara khusus, ada 4 empat tujuan khusus penyelenggaraan pendidikan Singapura, yakni 1. Menumbuhkan sikap percaya diri, yaitu tahu benar-salah, adaptif, tangguh, cerdas dalam menilai, berpikir mandiri dan kritis, dan berkomunikasi secara efektif; 2. Pembelajar mandiri, yaitu tanggung jawab, mempertanyakan, tekun dan motivasi berprestasi; 3. Kontributor aktif, yaitu mampu bekerjasama secara efektif, berinisiatif, memutuskan dengan cermat, inovatif, dan unggul; 4. Pembelajar yang sadar lingkungan, yaitu memiliki kesadaran yang kuat dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang bersih, indah, dan asri. B. Lembaga dan Jenjang Pendidikan di Singapura Dalam sistem pendidikan di Singapura dikembangkan 4 empat lembaga pendidikan utama, yaitu 1. Sekolah negeri, untuk tingkat sekolah dasar dan menengah, 2. Sekolah swasta untuk pendidikan tingkat dasar dan menengah, 3. Sekolah asing/internasional dengan system luarnegeri. 4. Universitas Lokal, Pendidikan Politeknik dan Lembaga Teknik 1. Sekolah Negeri Sekolah negeri tingkat dasar dan menengah di Singapura adalah sekolah yang penyelengaraan pendidikannya didanai langsung oleh pemerintah dan independen mitra industri. 2. Sekolah Swasta Di Singapura juga berkembang sekolah-sekolah swasta yang turut menawarkan berbagai jenis program, menambah lengkapnya keanekaragaman dunia pendidikan di negeri ini. Terdapat sekitar 300 sekolah swasta di Singapura, dengan penjurusan seperti komersial, TI, seni rupa dan bahasa. Private Education Institutions PEI/Lembaga Pendidikan Swasta ini menawarkan berbagai program studi yang banyak dicari oleh siswa lokal maupun internasional. PEI menawarkan berbagai program studi di tingkat sertifikat, diploma, sarjana bachelor maupun pascasarjana postgraduate. Melalui kemitraan dengan berbagai universitas internasional yang populer dari AS, Inggris, Australia dll, PEI menawarkan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan sertifikasi internasional dalam lingkungan yang aman dan terjangkau. 3. Sekolah sistem luar negeri/Internasional Singapura memiliki sejumlah sekolah sistem luar negeri/internasional yang terdaftar pada Ministry of Education MOE, kementrian pendidikan Singapura. MOE inilah yang memberi ijin masuk untuk para siswa asing dan penduduk setempat. Sekolah sistem luar negeri/ Internasional ini menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti pendidikan yang identik aturan dan kurikulumnya dengan negara asal. Kriteria tiap sekolah sistem luar negeri/internasional ini berbeda. Beberapa diantaranya menentukan persyaratan minimum calon siswa pada saat melakukan pendaftaran, seperti kemampuan bahasa atau kewarganegaraan. 4. Universitas Lokal, Pendidikan Politeknik dan Lembaga Teknik Selain universitas lokal, banyak juga universitas-universitas asing terkemuka yang telah hadir di Singapura. Universitas-universitas ini ada yang mendirikan kampusnya sendiri institusi untuk pendidikan lanjutan atau mempunyai program gabungan/kolaborasi dengan universitas lokal kerja sama lokal. Universitas-universitas lokal mempunyai program kerja sama dengan lebih dari 16 institusi lainnya di seluruh dunia. Terdapat juga institusi-institusi khusus asing di Singapura, yang telah mendirikan kampusnya di sini atau bekerja sama dengan politeknik-politeknik lokal. Sementara jenjang pendidikan di Singapura di mulai dari Pendidikan Pra Sekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan, Akademi/Pra Universitas, dan terkhir jenjang Universitas. 1. Pendidikan Pra Sekolah Pendidikan Pra Sekolah diselenggarakan pada Taman Kanak-Kanak dan Pusat Perawatan Anak selama tiga tahun untuk anak usia 3 hingga 6 tahun. Taman kanak-kanak di Singapura dilaksanakan oleh yayasan masyarakat, perkumpulan keagamaan, organisasi sosial dan bisnis. Taman Kanak-Kanak terdaftar pada Kementerian Pendidikan, sedangkan Pusat Perawatan Anak mendapat ijin dari Kementerian Pengembangan Masyarakat dan Olah Raga. Umumnya Taman Kanak-Kanak di Singapura menyelenggarakan dua sesi pelatihan dalam sehari. Tiap sesi pelatihan biasanya selama 2,5 sampai 4 jam/ 5-hari setiap minggunya. 2. Sekolah Dasar Pendidikan Sekolah Dasar di Singapura selama 6 tahun, terdiri dari 4 tahun tahap dasar pertama yaitu Sekolah Dasar kelas 1 sampai 4 dan tahap orientasi tahun ke dua yaitu Sekolah Dasar kelas 5 sampai 6. Kurikulum inti Sekolah Dasar terdiri dari pengajaran Bahasa Inggris, Bahasa daerah dan matematika, dengan mata pelajaran tambahan seperti musik, kesenian dan kerajinan tangan, pendidikan fisik dan pembelajaran sosial. Ilmu pengetahuan sudah diajarkan sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Untuk memaksimalkan potensinya, siswa diarahkan menurut kemampuan belajar mereka sebelum menguasai tahap orientasi. Pada akhir kelas 6 SD, siswa mengikuti Ujian Kelulusan Sekolah Dasar Primary School Leaving Examination. Kurikulum Sekolah Dasar di Singapura telah digunakan sebagai model internasional, khususnya metode pengajaran matematika. Siswa asing dari negara manapun diterima di Sekolah Dasar menurut ketersediaan lowongan tempat. 3. Sekolah Lanjutan Sekolah Lanjutan di Singapura terdiri dari sekolah dengan dana pemerintah, bantuan pemerintah atau biaya sendiri. Para siswa melaksanakan pendidikan lanjutan selama 4 atau 5 tahun melalui program spesial, cepat ataupun normal. Program spesial dan cepat mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE O’ Singapore-Cambridge General Certificate of Education Ordinary’ pada tingkat empat. Siswa pada program normal dapat memilih jurusan akademik atau teknik, yang keduanya mempersiapkan siswa untuk mengikuti ujian GCE N’ Singapore-Cambridge General Certificate of Education Normal’ pada tingkat empat dan jika hasilnya memuaskan, maka siswa akan mengikuti ujian GCE O’ pada tingkat lima. Kurikulum pendidikan lanjutan mencakup Bahasa Inggris, Bahasa daerah, Matematika, Ilmu Pengetahuan dan kemanusiaan. Pada tingkat lanjutan ke-3, siswa dapat memilih pilihan mereka sendiri tergantung apakah mereka di jurusan Seni, Ilmu Pengetahuan, Perniagaan atau teknik terapan. 4. Pra-Perguruan Tinggi Setelah menyelesaikan ujian tingkat GCE O’, para siswa diperbolehkan mendaftar untuk mengikuti Pra-Perguruan Tinggi melalui program akademi atau institut terpadu. Masa studi program akademi selama 2 tahun dan institut terpadu selama 3 tahun. Kurikulum terdiri dari dua mata kuliah wajib, yaitu General Paper dan Mother Tongue, dan maksimum empat subyek Singapore-Cambridge General Certificate of Education Advanced’ GCE A’ dari tingkat seni, ilmu pengetahuan dan pelajaran tentang perniagaan. Di akhir masa pelajaran pada pra universitas siswa mengikuti ujian tingkat GCE A’. 5. Perguruan Tinggi Jenjang perguruan Tinggi di Singapura terdiri dari 3 jenis, yakni politeknik, Institut Pendidikan Teknik ITE, dan universitas. Politeknik Politeknik didirikan di Singapura untuk menawarkan kepada para siswa tentang pelajaran melalui practice-oriented pada level diploma. Mereka menawarkan ruang lingkup yang luas dari rangkaian pelajaran seperti keahlian teknik, bisnis, komunikasi massa, desain dan info-komunikasi. Mata pelajaran spesialisasi seperti Optometri, Teknik Kelautan, Studi Kelautan, Perawat, Pendidikan Awal Pada Anak, dan Perfilman juga tersedia bagi mereka yang ingin berlatih di jalur karir tertentu. Lulusan-lulusan politeknik telah membuktikan diri dengan menjadi tenaga kerja yang populer ketika mereka bergabung dalam dunia kerja yang dilengkapi dengan keterampilan dan pengalaman yang terkait pada bidang ekonomi baru. Institut Pendidikan Teknik ITE ITE merupakan alternatif pilihan setelah melewati tingkat lanjutan bagi mereka yang memilih untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan teknik dalam berbagai sektor industri. Disamping menyediakan program-program bimbingan dan pelatihan kelembagaan secara full-time untuk lulusan sekolah lanjutan, ITE juga menyediakan program-program pendidikan berkelanjutan bagi mereka yang bekerja. Universitas Terdapat tiga universitas lokal di Singapura, yakkni 1 National University of Singapore NUS; 2 Nanyang Technological University NTU; dan 3 Singapore Management University SMU. Universitas lokal tersebut mencetak lulusan yang hebat dengan gelar kesarjanaan yang dikenal secara internasional. Kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah dan beasiswa juga tersedia untuk para siswa lanjutan tingkat akhir. Kurikulum dan Pendidikan Sejarah di Singapura Kurikulum Tingkat Sekolah Menengah Dua komponen kurikulum tingkat sekolah menengah di Singapura yang dipaparkan pada bagian ini adalah kelompok mata pelajaran dan sistem penilaian hasil belajar . Pada tingkat sekolah menengah di Singapura, mata pelajaran dihimpun menjadi 6 kelompok, yakni 1. Kelompok Mata Pelajaran Bahasa • Bahasa Ibu, Bahasa Ibu Lanjutan, Komuniikasi Bahasa Ibu • Bahasa Ketiga pilihan – Bahasa Melayu, Bahasa Mandarin 2. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Budaya dan Kesenian • Pelajaran di tingkat menengah awal Geografi, Sejarah, Sastra Inggris, Seni Rupa, Seni Musik; • Pelajaran di tingkat akhir menengah Ilmu Budaya Terpadu; • Pelajaran pilihan fakultatif di tingkat menengah akhir Geografi, Sejarah, Sastra Inggris, Sastra Tiongkok, Seni Musik, Seni Drama, Ekonomi, Ilmu Bisnis, Pengantar Ilmu Pengembangan Perusahaan, Ilmu Media Bahasa Inggris, Ilmu Media Bahasa Tiongkok, Elemen-elemen dari Kemampuan Berbisnis. 3. Kelompok Mata Pelajaran Matematika dan Sains • Pelajaran di tingkat menengah awal Matematika, Sains, Teknologi dan Desain, Pendidikan Konsumen dan Pangan; • Pelajaan di tingkat menengah akhir Matema-tika, Subjek Sains; • Pelajaran pilihan fakultatif di tingkat menengah akhir Matematika Tambahan, Ilmu Sains Ter-padu, Teknologi dan Desain, Makanan dan Nutrisi, Prinsip-Prinsip Akuntansi, Praktik Komputer, Pendidikan Fisik, Prinsip-Prinsip Elektro. 4. Kelompok Mata Pelajaran Pengetahuan dan Kemampuan a. Praktik Kerja 5. Kelompok Mata Pelajaran Keterampilan dalam Kehidupan a. Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan, Kegiatan Ekstrakurikuler, Pendidikan Nasional, Pendidikan Fisik, Nilai dalam Tindakan. 6. Kelompok Mata Pelajaran Bahasa a. Bahasa Inggris, Bahasa Ibu Dasar. Sistem Penilaian Hasil Belajar Sistem penilaian hasil belajar siswa di Singapore tidak berbeda dengan di Indonesia, yaitu mengadakan Ujian Nasional UN. Namun, UN di Singapore tidak pernah diberlakukan sebagai penentu kelulusan siswa. Hal ini dikarenakan sejak sistem pendidikan Singapore dibangun sudah berpandangan, bahwa setiap orang atau warganegara punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan. Jadi untuk siswa yang sudah duduk di kelas 4 Express atau yang dikelas 5 normal Academic sudah harus mengikuti 0 level test untuk lulus dari sekolah menengah. Dalam 0 level test ada 7 tujuh pelajaran yang harus diikuti siswa, diantaranya 5 lima mata pelajaran pokok dan 2 dua mata pelajaran pilihan. 5 lima pelajaran pokok tersebut adalah English Mother, Tongue, matematika, IPA biologi, kimia, fisika, IPS Sejarah, sosiologi, geografi. Sedangkan 2 dua mata pelajaran pilihan, yakni food and nutrition dan design and technology. Semua mata pelajaran tersebut mempunyai standar nilai minimum. Bagi siswa yang tidak mencapai nilai standar tetap lulus, akan tetapi ijazah mereka akan ada nilai merah. Jika mereka tidak ingin ada nilai merah, boleh mengulang satu tahun di kelas yang sama. Setelah sekolah menengah secondary school, masih ada satu jenjang lagi sebelum ke universitas, yaitu Centralised Institute atauJunior Collegestertiary education, persiapanmenujutingkatuniversitas. Bagi siswa yang memiliki nilai tinggi hanya 2 tahun sedangkan yang rendah harus 3 tahun di Junior Colleges. Setelah itu mereka harus melewati ujian nasional yang lebih sulit untuk mesuk ke universitas. Kurikulum Pendidikan Sejarah di Tingkat Sekolah Menengah Pada bagian ini akan dipaparkan tentang materi dan tujuan pembelajaran, nilai-nilai pembelajaran sejarah, dan pendekatan pembelajaran sejarah Moe-P&DD, 2010. Materi dan Tujuan Pembelajaran 1. Mengetahui Sejarah Pembentukan Singapore • Kapan dan Bagaimana Negara Singapore di bentuk Kondisi Singapore pada saat baru di bentuk ? • Bagaimana pengetahuan tentang sejarah Singapore di bentuk Sudut pandangan para ahli sejarah dalam menceritakan sejarah Singapore secara utuh ? • Bagaimana Bukti sejarah yang ada dalam menceritakan hubunganSingapore dengan dunia pada periode abad ke-19 Hubungan awal singapore dengan negara-negara lain di dunia pada kurun waktu abad pertama hingga abad ke 19 ? 2. Mengetahui Singapore pada Periode 1819 • Bagaimana Kondisi kehidupan setiap orang di Singapore pada periode 1819 ? • Bagaimana Kondisi orang-orang yang datang ke Singapore pada abad ke 19 hingga awal abad ke 20 ? • Apa latar belakang orang-orang bermigrasi besar-besaran ke Singapore pada abad ke 19 ? • Bagaimana perbedaan antar kehidupan orang-orang di Singapura sebelum perang dunia kedua Pekerjaan, Kesejahteraan, Hiburan dan Rekreasi, dan Kumpulan atau Komunitas ? 3. Pencarian Jati Diri untuk Menatap Masa Depan Singapore • Apakah penduduk Jepang mengubah cara pandang dan pola pikir orang Singapore Cara pandang orang Singapore pasca pendudukan Jepang pada awal abad ke 20, Pengalaman selama masa pendudukan Jepang hingga masa pasca pendudukan inggris, dan akibat dari pendudukan jepang dan pengalihan kembali ke Inggris ? • Bagaimana aspirasi dan ide-ide masyarakat Singapore pasca tahun 1945 Paparan tetang politik untuk dan bagi bangsa Singapore pada masa pasca tahun 1945, dan pencarian kepercayaan dan jati diri bangsa Singapore ? 4.Dekade awal berdiri Negara Singapore 1965-1975 • Bagaimana kehidupan berubah di Singapore arti kemerdekaan bagi bangsa Singapore, dan memerdekakan diri dari Malaysia ? • Bagaimana perkembangan kehidupan rakyat Singapore pasca Kemerdekaan Kebanggaan menjadi masyarakat atau warga Negara Singapura, Perubahan ekonomi Singapura, dan perubahan standar kehidupan masyarakat Singapore dari bertempat tinggal di rumah took atau ruko hingga bertransformasi ke flat-flat mewah ? Nilai-nilai Pembelajaran Sejarah 1. Menyambungkan hal-hal yang terjadi di masa lampau dengan yang terjadi di masa sekarang untuk pembelajaran di masa depan, 2.Menambah ilmu pengetahuan dan nilai guna siswa menjadi manusia yang tahu dan seimbang dengan berbagai aspek ke ilmuan atau ilmu pengetahuan. Pendekatan Pembelajaran 1. Inquiri yaitu, menambah pengetahuan sejarah dari pertayaan yang brmutu, 2. Berurutan yaitu, belajar secara menyeluruh dengan menyeleksi sumer-sumber sejarah dan ilmu pengetahuan secara efektif. 3. Seimbang yaitu, menambah pengetahuan sejarah dari berbagai pandangan guna membangun sudut pandang siswa tentang sejarah. KESIMPULAN Dari paparan di atas tentang sistem pendidikan di Singapura, mulai dari kebijakan, orientasi dan tujuan pendidikan, serta lembaga dan jenjang pendidikan sampai pengembangan kurikulum dan pendidikan sejarah pada sekolah menengah relatif tidak terdapat perbedaan yang terlalu signifikan dengan Indonesia. Jika pun ada sebagai bahan refleksi bagi pengembangan sistem pendidikan di Indonesia adalah konsistensi dan konsekuen pemerintah Singapura MoE mengimplementasikan dengan sangat baik rancangan kurikulumnya. Konsistensi tersebut ditunjukkan, antara lain pada saat menentukan jenjang pendidikan lanjutan bagi siswa dilakukan dengan sistem seleksinya yang sangat ketat dan berkualitas agar benar-benar sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Pengembangan kurikulum Singapura juga bersifat utuh dan seimbang antara dimensi hard skill dan soft skill. Sebagai ilustrasi, ibarat seorang petani dalam kurikulum Indonesia diberikan modal berupa ladang, alat pertanian dan benih. Lalu diberikan target-target tumbuhnya tanaman. Namun tentang cara menanam, diserahkan kepada petani. Sementara Kurikulum di Singapura, melenggkapi petani itu dengan panduan lengkap tentang cara terbaik untuk menanam. Sedangkan konsekuensinya ditunjukkan oleh kesungguhan pemerintah MoE melakukan revisi silabus pembelajaran setiap tahun sesuai dengan perkembangan kebutuhan pendidikannya. MOE juga senantiasa memastikan keseimbangan, ketelitian, relevansi dan respon kurikulum dalam memenuhi kebutuhan abad ke-21. Konsistensi dan konsekuensi itulah yang menjadi faktor pokok penjamin pendidikan Singapura mencapai keunggulannya. Kemudian, pengembangan kurikulum di Singapura sudah berlandaskan kepada 4 empat filosofis, yakni perenialisme, esensialisme, humanisme, dan rekonstruksionisme. Sementara Indonesia terbatas pada landasan filosofis perenilaisme dan esensialisme. Hal ini dapat ditunjukkan, antara lain dari pengembangan kurikulum pendidikan sejarah pada tingkat sekolah menengah yang dibahas dalam tulisan ini. Materi, tujuan, nilai, dan pendekatan pembelajaran sejarah dirancang sedemikian rupa sehingga berhasil mewujudkan peserta didik yang tidak hanya percaya dan mengenal jati dirinya, melainkan juga menjadi generasi yang sangat bangga terhadap bangsa dan negaranya. Bahkan, generasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan. Inilah peran pendidikan sejarah pada tingkat sekolah menengah di Singapura dalam rangka mencapai pendidikan keunggulan. Daftar Pustaka Anneahira. 2014. “Sejarah Singapura.” http// Di akses A n o n i m . h t t p / / i k a s p . w o r d p r e s s . com/2012/12/28/faktor-faktor-penyebab-rendah- nya-kualitas-pendidikan-di-indonesia/ Daiakses Arasumani, R dan Lloyd Yeo. 2010. “Crisis and Conflict An Enquiry Apparoach to Modern World History.” Buku Paket Siswa. Singapore Published by Marshall Cavendish Education. Baswedan, Anies. 2014. Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 179342/MPK/KR/2014 tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013. Tanggal 5 Desember 2014. MoE-P&DD Ministry of Education-Curriculum Planning & Development Division. 2010. “Singapore From Settlement to Nation Pre-1819 to 1971”. Buku Paket Siswa. Singapore Published by EPB Pan Pasific. Endarto. 2014. “Profile Negara Singapura.” com. Diakses. Hasan, Hamid. 2012. Pendidikan Sejarah Indonesia Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung Rizqi Press. -. 2010. “Studi Perbandingan Kurikulum Apa, Untuk Apa, dan Bagaimana?”. Makalah. Disajikan pada seminar internasional di PPS UPI Bandung, tanggal 15 Juni 2010. IMF. 2013. “List of countries by GDP PPP percapita tahun 2013.” http//en. Wikipedia. org/wiki/. Diakses 2015. Mulyatiningsih, Endang. 2012. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung Alfabeta. Nur, Agustiar Syah. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung Lubuk Agung. Rohman, Arif. 2010. Pendidikan Komparatif. Yogyakarta LaksBang Mediatama. Rusman. 2012. Manajemen Kurikulum. Jakarta Rajawali Pers. Sudrajad, Ujang. 2014. “Singapura sebagai Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik Di Asia Tenggara.” http// konsultasipendidikanluarnegeri. webs. com/apps/blog/show/19637400. Diakses Sudjana, Nana. 1989. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekollah Kejuruan. Bandung PT Sinar Baru. Syukur, Abdul. 2013. “Pengajaran Sejarah Indonesia kurikulum 1964-2004 Sebuah Stabilitas Yang Dinamis ”, Disertasi, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Tim Pengembang Ilmu Pendidikan TPIP. 2007. Ilmu & Aplikasi Pendidikan. Bandung IMTIMA. Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo. 2004. Pengantar Pendidikan. Yogyakarta LaksBang Mediatama. Umasih. 2000. “Sejarah Pendidikan di Indonesia Sebuah Telaah Atas Perubahan Kurikulum Sejarah Indonesia Sekolah Menengah Atas SMA Tahun1975-1994.” Tesis. Program Pasca Sarjana Ilmu Pengetahuan Budaya, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. UNESCO. 2014. Laporan Monitoring Global Tahun 2011. http//ikasp. wordpress. com/ 2012/12/28/faktor- faktor-penyebab-rendahnya-kualitas-pendidikan-di-indonesia/ Daiakses Yulaelawati, Ella. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi, teori, dan Aplikasi. PENDAHULUAN Kesadaran manusia akan sejarah menjadi hal yang perlu dibangun demi menjaga eksistensi pribadi, masyarakat ataupun bangsa. Kesadaran tersebut dapat tumbuh dan berkembang melalui pendidikan. Pengalaman suatu bangsa akan terus menjadi nilai atau karakter suatu bangsa bila tujuan mempelajari sejarah bukan hanya dibangun untuk memperoleh nilai saja tetapi juga bertujuan untuk menguatkan karakter setiap pribadi peserta didik melalui karakter bangsa. Muhd. Yusuf Ibrahim, Jebat, 1994 Pendidikan pada suatu bangsa menjadi alat ukur apakah negara tersebut dianggap maju, berkembang atau terbelakang. Penentu keberhasilan suatu sistem pendidikan sangat tergantung bagaimana kurikulum yang disusun, bagaimana proses pelaksanaannya dan bagaimana hasil dari pendidikan tersebut. Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dan Oleh Jumardi Pendidikan Sejarah PPS UNJ Abstract Learning of history very real associated with human life itself. Learning the history of studying the human role in the nation’s history and history itself . Learning curriculum history becomes important in studying the role of every human being . This should be reviewed when learning materials and learning outcomes are not proportional . The educational system of a country determines how a curriculum is applied to all subjects . Comparing a learning curriculum Indonesian history becomes necessary to obtain a picture of how the teaching of history in Indonesia and the Russian State history teaching curriculum . Models of teaching history in Indonesia using the spiral model repetition while Russia using linear models . Learners and citizens of Russia have the pride of the history of his country. Key words Learning of history , education system and curriculum teaching of history Abstrak Pembelajaran sejarah sangat nyata berhubungan dengan kehidupan manusia itu sendiri. Pembelajaran sejarah mempelajari peran manusia dalam sejarah bangsa dan sejarah dirinya. Kurikulum pembelajaran sejarah menjadi hal penting dalam mempelajari peran setiap manusia. Hal ini patut ditinjau manakala materi pembelajaran dan hasil pembelajaran tidak berbanding lurus. Sistem pendidikan suatu Negara menentukan bagaimana sebuah kurikulum diterapkan terhadap semua mata pelajaran. Membandingkan suatu kurikulum pembelajaran sejarah Indonesia menjadi hal perlu untuk memperoleh gambaran bagaimana pembelajaran sejarah di Indonesia dan Kurikulum pembelajaran sejarah Negara Rusia. Model pembelajaran sejarah di Indonesia menggunakan model spiral penggulangan sedangkan Rusia
salah satu faktor yang mendukung kemajuan pendidikan di singapura adalah